BRMP-TROA Gelar FGD Pendampingan Hilirisasi Lada Putih di Bangka Selatan
Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Rempah, Obat, dan Aromatik (BRMP-TROA) menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Pendampingan Hilirisasi Lada Putih Kabupaten Bangka Selatan pada Selasa, 2 September 2025, bertempat di Aula BRMP Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam kegiatan ini dilakukan pemetaan kondisi eksisting, permasalahan, tangangan dan peluang agribisnis serta strategi dan solusi kolaboratif untuk menguatkan rantai nilai dan hilirisasi lada di Kabupaten Bangka Selatan.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Universitas Bangka Belitung, PT Cinquer Agro Nusantara, Penyuluh Pertanian Kabupaten Bangka Selatan, serta menghadirkan Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Bangka Belitung. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya hilirisasi lada putih sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
“Bangka Belitung sejak lama dikenal dunia dengan Muntok White Pepper. Melalui hilirisasi, kita berharap lada putih tidak hanya diekspor sebagai bahan baku, tetapi juga menghadirkan produk olahan bernilai tambah yang mampu memperkuat ekonomi petani dan daya saing daerah,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan turut menyampaikan tantangan yang dihadapi sektor lada saat ini, yakni produksi yang menurun dan berkurangnya luas lahan.
“Mari bersama-sama mempertahankan sekaligus meningkatkan pertumbuhan lada Bangka yang telah terkenal sejak zaman Belanda. Lada Bangka memiliki keunikan khas yang tidak bisa ditiru jika ditanam di luar Bangka Belitung. Sudah saatnya kita kembalikan kejayaan lada Bangka Belitung,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BRMP-TROA, Prima Luna, S.TP., M.Si., Ph.D., menekankan bahwa melalui FGD ini diharapkan dapat dipetakan kondisi, permasalahan, tantangan, dan peluang agribisnis lada dari hulu hingga hilir.
“Kami ingin membangun konsensus dan komitmen antar pemangku kepentingan di Bangka Belitung untuk aksi kolaboratif yang lebih produktif dan berkelanjutan. Dengan adanya kebijakan dan dukungan pemerintah yang menempatkan lada sebagai bagian dari program strategis Kementerian Pertanian, kami optimis kejayaan lada Kabupaten Bangka Selatan, dan Bangka Belitung pada umumnya, dapat kembali terwujud,” jelasnya.