BRMP TROA Laksanakan Eksplorasi Tanaman Obat dan Aromatik Potensial di Provinsi Maluku
Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Rempah, Obat, dan Aromatik (BRMP TROA) melaksanakan kegiatan eksplorasi tanaman obat dan aromatik di Provinsi Maluku pada tanggal 10–13 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) dengan Hirata Corporation, Jepang, dalam mendukung pemanfaatan dan pengembangan sumber daya hayati Indonesia.
Kegiatan eksplorasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menginventarisasi tanaman obat dan aromatik yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku pangan fungsional, kosmetik, toiletries, dan produk farmasi berbasis alami. Selain memiliki manfaat kesehatan, komoditas tersebut juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi dan mendukung pengembangan industri berbasis sumber daya hayati Indonesia.
Kegiatan diawali dengan kunjungan dan koordinasi teknis ke Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon untuk membahas potensi tanaman lokal. Selanjutnya, tim BRMP TROA melakukan eksplorasi di Pulau Seram, tepatnya di Desa Latu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Pada lokasi ini dilakukan identifikasi, pengamatan, dan pengambilan sampel beberapa tanaman potensial, antara lain cengkeh hutan, cengkeh raja, galoba, dan sirih popa.
Kegiatan eksplorasi kemudian dilanjutkan ke Dusun Telaga Kodok, Desa Hitu Meseng, Desa Hitu, Kecamatan Leihitu dan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Di lokasi tersebut, tim melakukan pengumpulan data serta pengambilan sampel tanaman cengkeh hutan, cengkeh varietas Tuni, dan tanaman gayang yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Melalui kegiatan ini, BRMP TROA terus memperkuat upaya inventarisasi dan pemanfaatan sumber daya genetik tanaman rempah, obat, dan aromatik Indonesia. Hasil eksplorasi diharapkan dapat mendukung program perakitan varietas unggul dan pengembangan produk berbasis bahan alami yang inovatif, bernilai tambah, dan berdaya saing.