BRMP TROA Laksanakan Eksplorasi Tanaman Obat di Papua Barat
Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Rempah, Obat, dan Aromatik (BRMP TROA) melaksanakan kegiatan eksplorasi tanaman obat di Provinsi Papua Barat pada tanggal 9–13 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) dengan Hirata Corporation Jepang dalam mendukung pemanfaatan dan pengembangan sumber daya hayati Indonesia.
Kegiatan eksplorasi ini dipimpin oleh Kepala BRMP TROA, Prima Luna, S.TP., M.Si., Ph.D., dan melibatkan tim teknis BRMP TROA. Tujuan utama kegiatan adalah mengidentifikasi dan menginventarisasi tanaman lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku pangan fungsional, kosmetik, toiletries, serta produk farmasi berbasis alami yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Papua Barat guna menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan eksplorasi sekaligus berdiskusi mengenai potensi tanaman obat lokal yang terdapat di wilayah Papua Barat. Kegiatan koordinasi diterima langsung oleh Kepala BBRMP Papua Barat, Dr. Abdul Syukur Syarif, S.P., M.P., didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Herman Rois Tata, S.P., M.P.
Selanjutnya, tim melakukan eksplorasi lapangan di wilayah Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, serta Distrik Sidey Makmur, Kabupaten Manokwari. Kedua wilayah tersebut dikenal memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi dan menyimpan berbagai jenis tanaman yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku industri herbal dan produk kesehatan alami.
Dalam kegiatan ini, tim berhasil mengumpulkan sejumlah sampel tanaman potensial, antara lain pinang, sirih hijau, dan rimpang temulawak. Selain itu, tim juga mengidentifikasi dan memperoleh beberapa tanaman khas Papua Barat yang memiliki prospek pengembangan yang menjanjikan, seperti buah merah, buah hitam, dan tanaman akwai.
Melalui kegiatan ini, BRMP TROA terus memperkuat perannya dalam mendukung inventarisasi, konservasi, dan pemanfaatan plasma nutfah tanaman rempah, obat, dan aromatik Indonesia. Hasil eksplorasi diharapkan dapat memperkaya basis data sumber daya hayati nasional, serta mendorong pengembangan produk alami yang inovatif, bernilai tambah, dan berdaya saing di pasar nasional maupun internasional.