Bimtek Budidaya dan Penanganan OPT Lada untuk Dukung Hilirisasi Perkebunan di Enrekang oleh BRMPTROA
Kabupaten Enrekang – Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Rempah, Obat, dan Aromatik (BRMP TROA) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Budidaya dan Penanganan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Lada di Desa Curio, Kecamatan Curio, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Hilirisasi Perkebunan untuk mendukung rehabilitasi tanaman lada seluas 236 hektare.
Bimbingan teknis dibuka oleh Kepala BRMP TROA, Prima Luna, S.TP., M.Si., Ph.D., dan dihadiri oleh Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Prof. Ir. Muhammad Arsyad, S.P., M.Si., Ph.D., Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Enrekang, Dr. Muhammad Ikbar Ashadi, S.P., M.Si., perwakilan BRMP Sulawesi Selatan, Farida Arief, S.P., M.P., Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN, Bahtiar Rifai, S.E., M.T., Ph.D., serta petani dan penyuluh pertanian.
Dalam kegiatan tersebut, petani mendapatkan pembekalan mengenai teknik budidaya, teknik rehabilitasi tanaman lada, dan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). BRMP TROA juga memperkenalkan teknologi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) hasil kerja sama dengan BRIN untuk membantu mendeteksi penyakit tanaman melalui foto bagian tanaman.
Kepala BRMP TROA menyampaikan bahwa lada Enrekang memiliki potensi mutu dan cita rasa khas yang perlu dikembangkan. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan kandungan piperin sebesar 5% dan minyak atsiri 3,45%. Namun, perbaikan penanganan pascapanen masih diperlukan untuk meningkatkan kualitas.
Melalui kegiatan ini, BRMP TROA mendorong peningkatan kapasitas petani dalam menerapkan teknologi budidaya dan pengendalian OPT guna mendukung keberhasilan rehabilitasi perkebunan, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing lada Enrekang di pasar nasional dan internasional.