Bimtek Penyulingan Minyak Serai Wangi dan Pembuatan Biopestisida Nabati di Kabupaten Pasuruan
Kabupaten Pasuruan – Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Rempah, Obat, dan Aromatik melaksanakan Bimbingan Teknis Penyulingan Minyak Serai Wangi dan Pembuatan Biopestisida Nabati Berbahan Aktif Minyak Serai Wangi melalui program ICARE di Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini memperkenalkan teknologi pengolahan minyak serai wangi menjadi biopestisida nabati sebagai alternatif pengendalian lalat buah yang ramah.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Perkebunan, Dr. Ir. I Ketut Kariyasa, M.Si., didampingi Kepala BRMP TROA, Prima Luna, S.TP., M.Si., Ph.D. Turut hadir Inspektur IV Kementerian Pertanian, drh. Pujo Harmadi, M.P., Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, drh. Ainur Alfiyah, serta sejumlah perwakilan instansi dan pengurus Koperasi Mangga Putar Maslahat.
Dalam sambutannya, Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Perkebunan menyampaikan bahwa minyak serai wangi berpotensi dikembangkan menjadi biopestisida, minyak atsiri, kosmetik, dan produk turunan lainnya. Selain itu, limbah hasil penyulingan minyak serai wangi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Koperasi diharapkan dapat berperan sebagai penggerak dalam mengelola bahan baku, produksi, hingga pemasaran.
Sementara itu, Kepala BRMP TROA menjelaskan aplikasi biopesnab diharapkan dapat membantu dalam upaya pengendalian hama khususnya lalat buah pada tanaman mangga yang sekaligus dapat dikembangkan menjadi salah satu unit bisnis baru bagi koperasi.
Bimtek menghadirkan dua materi, yaitu Optimalisasi Penyulingan Minyak Atsiri Serai Wangi oleh Eka Nurul Qomaliyah, S.Pd., M.Si. dari Universitas Negeri Malang, serta Produksi Biopestisida Nanoemulsi Serai Wangi oleh Dr. Rita Noveriza, M.Sc. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Melalui kegiatan ini, BRMP TROA mendorong integrasi mangga dan serai wangi sebagai inovasi pertanian yang ramah lingkungan, bernilai tambah, serta mampu memperkuat ekonomi koperasi dan meningkatkan kesejahteraan petani.